KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas Edukasi Warga Desa Labbo Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair

04 Agustus 2026
ERMAN
Dibaca 13 Kali
KKN Tematik Perubahan Iklim Unhas Edukasi Warga Desa Labbo Manfaatkan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair

Bantaeng — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah rumah tangga di Desa Labbo, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN, Hasriani Hasran, tersebut merupakan bagian dari program kerja yang berfokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada cara sederhana mengolah limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus ramah terhadap lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga. Limbah organik, seperti sisa sayuran dan bahan makanan lainnya, selama ini masih sering dibuang begitu saja sehingga berpotensi menambah volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Padahal, limbah tersebut masih dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dampak yang dapat ditimbulkan dari pengelolaan limbah rumah tangga yang tidak tepat. Selain dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kebersihan lingkungan, penumpukan limbah organik juga dapat berkontribusi terhadap permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, masyarakat diajak untuk mulai melakukan pengelolaan sampah secara sederhana dari lingkungan rumah masing-masing. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memisahkan limbah organik dari sampah anorganik untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan Pupuk Organik Cair.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik secara langsung. Peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam proses pembuatan POC, di antaranya limbah sayuran, gula merah atau molase, EM4, dan air beras. Bahan-bahan tersebut relatif mudah diperoleh sehingga diharapkan masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri setelah kegiatan berlangsung.

Dalam praktik tersebut, limbah sayuran terlebih dahulu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan. Selanjutnya, bahan pendukung berupa gula merah atau molase, EM4, serta air beras ditambahkan sesuai kebutuhan. Seluruh bahan kemudian dicampurkan dan dimasukkan ke dalam wadah galon untuk menjalani proses fermentasi.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan fermentasi yang menjadi bagian penting dalam proses pembuatan POC. Campuran bahan tersebut perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu hingga proses fermentasi berlangsung dengan baik. Setelah beberapa minggu, POC dapat dipanen dan digunakan sebagai pupuk bagi tanaman setelah melalui proses pengenceran menggunakan air.

Selain mempraktikkan proses pembuatannya, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri POC yang telah matang dan siap digunakan. Pengetahuan tersebut penting agar masyarakat dapat membedakan hasil fermentasi yang berhasil dengan bahan yang mengalami proses pembusukan atau fermentasi yang tidak berjalan dengan baik.

Antusiasme masyarakat Desa Labbo terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti setiap tahapan praktik dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses pembuatan POC. Beberapa pertanyaan yang disampaikan antara lain mengenai lama waktu fermentasi, takaran bahan, manfaat POC bagi tanaman, hingga cara pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair, masyarakat tidak hanya dapat mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari, tetapi juga memperoleh pupuk alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Bagi masyarakat Desa Labbo yang sebagian besar memiliki aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan dan pertanian, keterampilan tersebut dinilai memiliki manfaat jangka panjang. Pemanfaatan POC dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.

Hasriani Hasran berharap kegiatan yang dilaksanakan melalui program kerja KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Labbo dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, termasuk dengan mengelola limbah rumah tangga.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi memandang seluruh limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang harus dibuang. Limbah organik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman dan lingkungan.

Pada akhirnya, kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan. Upaya sederhana tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Desa Labbo yang lebih bersih dan sehat, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui penerapan gaya hidup dan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Penulis : Erman AT

Editor : Tim Redaksi Sapa Desa Labbo